Adalah seorang pengelana, tak bertuan dan tak berharta dia berjalan di rerumputan.tak berpeta tak berkompas dia,yang dia lihat hanya sebuah titik hitam ditengah distorsi sebuah titik putih.dia tidak tahu manakah jalan yg benar,tetapi tidak tersedia titik abu-abu.akhirnya dia memilih,titik hitamlah yang dia pilih.
“kau pikir hitam itu sesat,sesat,hina,nista?”
“kau pikir putih itu penerang,penerang?”
Berjalanlah dia menuju titik hitam itu.hancurlah badannya dimakan malaikat-malaikat berjubah putih yang memang menunggu seseorang yang lewat disana. Matilah pengembara itu dengan pertanyaan apabila dia berjalan di putih apakah dia bertemu dengan setan?
Aku hanya ingin pergi
Ketika aku tak berhutang
Ketika aku tak berdendam
Ketika aku tak bersedih
Ketika aku tak lagi benci dan cinta padaNya
Aku hanya ingin pergi
Ketika aku menyadari
Bahwa pergilah kewajiban dan hak
Yang tak bisa dipilih
Apalagi dikomentari
Filed under: Uncategorized Tagged: | puisi