sebuah esai untuk Indonesia

Inilah sebuah esai yang aku tulis beberapa saat lalu tentang keprihatinanku terhadap nasib “saudara kita yang terpinggirkan” yang benar-benar ada di sekitar kita. aku harap tulisan sampahku yang ingin kubagi ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama di saat hari pahlawan beberapa saat lalu.

mungkin kalian kalau punya waktu bisa meluangkan waktu membacanya, atau kalau punya waktu lebih banyak lagi bisa berbincang-bincang denganku.

untuk melihat esai-esai yang menurutku sangat inspiratif lain, teman-teman bisa melihat di link di bawah ini.

http://www.tempo-institute.org/index.php/2009/10/13/berita-acara-kompetisi-esai-mahasiswa-2009/

Indonesia untuk Semua: Membangun Bangsa yang Adil dan Mandiri dengan (Lebih) Peduli Kepada Kaum Difabel

“Yang dibutuhkan seorang buta bukanlah seorang guru,
Melainkan diri mereka sendiri”
- Hellen Keller

Hellen Adams Keller (1880-1968), seorang penulis dan penceramah termasyhur bukan hanya di Amerika Serikat tapi juga dunia. Kehilangan kemampuan melihat dan mendengar akibat sakit di umur 19 bulan membuatnya sempat dianggap akan tumbuh idiot dan tak berkembang seperti manusia oleh orang-orang sekitarnya. Tapi dengan dukungan keluarga dan gurunya, Anne Mansfield Sullivan, di akhir hidupnya Hellen Keller dikenang sebagai sosok yang luar biasa. Puluhan artikel dan tulisan, gelar akademis dan kehormatan, peraih Pulitzer Prize, menginspirasi jutaan orang dan menjadi penceramah di depan presiden A.S. menjadi bukti bahwa seorang difabel mampu berkontribusi untuk orang-orang sekitarnya apabila diberikan kesempatan dan dukungan. Hal ini bisa saja terjadi di Indonesia, jika kita sebagai bangsa yang besar ini, berpikir bahwa kaum difabel adalah manusia yang diciptakan Sang Pencipta dengan kemampuan berbeda, bukan dikelas-sosialkan di kasta bawahnya orang normal.

Difabel adalah padanan istilah dari difable (different abled people) yang berarti orang dengan kemampuan yang berbeda. Istilah yang mulai populer di berbagai media ini adalah penghalusan bahasa dari istilah-istilah yang sering digunakan seperti cacat atau tuna karena istilah-istilah tersebut terkesan berkonotasi negatif dan berpandangan sempit (cakfu.info, 2006). Istilah difabel ini juga penulis anggap lebih baik digunakan karena suatu kenyataan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan berbeda-beda (different able) dengan rencana yang berbeda-beda juga, alangkah baiknya perbedaan itu tidak ditafsirkan sebagai kesialan/kekurangan dengan istilah cacat. Istilah difable juga kerap digunakan oleh negara-negara maju untuk menggantikan istilah “cacat” yang terdahulu seperti disable (ketidakmampuan). Jumlah kaum difabel di Indonesia menurut data World Health Organization (WHO) berjumlah 20 juta jiwa atau hampir 10% dari total populasi, yang terdiri dari tunanetra (blind), tunawicara (dumb), tunarungu (deaf), lumpuh (paralyze), dan jenis-jenis kecacatan lain. Jumlah kaum tunanetra sendiri menurut data WHO tahun 2002 mencapai 1,5% dari total populasi, jauh lebih tinggi daripada negara-negara berkembang lain seperti Bangladesh (1%), India (0,7%), Thailand (0,3%). Masalah kaum difabel di Indonesia khususnya tunanetra sudah merupakan masalah sosial yang cukup serius. Ini didasarkan oleh kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bila angka kebutaan lebih dari 1 persen maka masalah ketunanetraan menjadi masalah sosial, tidak hanya masalah bidang kesehatan saja. Masyarakat juga diperlukan peran aktifnya dalam menyelesaikan masalah yang termasuk kriteria ini.

Di Indonesia, kaum difabel pada umumnya digambarkan sebagai seseorang yang tidak berdaya, tidak mandiri, dan menyedihkan sehingga terbentuk pandangan buruk sangka dikalangan masyarakat bahwa para kaum difabel itu patut dikasihani, selalu membutuhkan perlindungan dan bantuan. Pandangan negatif tentang mereka tersebut sering sengaja dipertahankan dan diperkuat oleh badan–badan amal demi menggugah hati banyak orang untuk mendermakan harta yang dimilikinya (Dodds, 1993). Hal yang serupa sangat sering penulis jumpai di dalam masyarakat, dimana pencari derma berkeliling dari rumah ke rumah dengan mengatasnamakan kaum difabel. Citra mereka yang digambarkan oleh para pencari derma tersebut bahkan diperkuat oleh pemandangan yang sering dijumpai di banyak pusat keramaian dimana kaum difabel yang tidak berkesempatan memperoleh pendidikan, rehabilitasi atau latihan yang sesuai dengan kebutuhannya terpaksa harus menggantungkan dirinya pada belas kasihan orang lain.
Di samping itu, media, seni rupa, literatur dan drama lebih sering menampilkan citra kedifabelan yang negatif daripada menawarkan aspirasi positif kepada mereka yang pada suatu saat berkemungkinan mengalami hal yang sama, menimbulkan rasa sedih pada pemirsanya atau pembacanya, serta membuat orang biasa merasa superior dan beruntung bahwa mereka tidak seperti yang digambarkan itu (Dodds, 1993).

Lebih memprihatinkan lagi, ada media dan tafsir-tafsir agama sepihak menggambarkan difabel sebagai hukuman/kutukan yang patut diterima oleh kaumnya atas kejahatan yang dilakukannya, di kehidupan sekarang ataupun di kehidupan yang lalu. Sebagai contoh dalam agama Kristiani, Yesus Kristus sering menyembuhkan orang-orang lumpuh dan orang-orang buta dengan cara mengatakan bahwa dosa mereka telah diampuni, sehingga timbul tafsir/persepsi bahwa mereka yang lumpuh dan buta adalah orang yang penuh dosa. Gambaran seperti ini mengundang orang biasa untuk memposisikan diri pada pandangan moral tertentu terhadap sang difabel yaitu suatu pandangan dimana rasa kasihan merupakan satu-satunya respon yang tepat bagi mereka.

Hal lain yang memprihatinkan adalah masih banyak masyarakat masih cenderung memposisikan orang tunanetra sebagai kelompok yang disebut sebagai populasi khusus yaitu kelompok minoritas yang sering dianggap tidak memiliki kemampuan yang sama dengan orang normal. Kelompok ini sering terpinggirkan akses layanan individu maupun layanan sosial kemasyarakatannya bahkan pemerintah sering kali mengabaikan peranan kelompok tunanetra dalam penentuan segala kebijakan yang diambil (Pedersen, 1981). Sebagai contoh, berbagai fasilitas publik di berbagai tempat masih belum begitu peduli terdapat kaum difabel, tangga-tangga khusus, marka-marka yang dapat diraba, kamar mandi khusus kaum difabel masih jarang kita temui.

Lebih peduli

Perjuangan kesetaraan terhadap semua umat manusia, baik itu kesetaraan terhadap gender, kebebasan beragama, ataupun keadilan antar mayoritas dengan minoritas yang dilakukan oleh aktivis LSM, akademisi, ataupun tokoh masyarakat mencapai keberhasilan apabila mind set suatu komunitas/bangsa berubah ke arah yang lebih baik. Begitu juga dengan kaum difabel di negeri ini, minoritas dan masih tidak jarang mendapat perlakuan/pandangan yang negatif, seharusnya juga perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius untuk meningkatkan kualitas hidupnya yaitu salah satunya dengan cara lebih bersifat peduli dan empati. Peduli, karena mereka adalah bagian dari sistem sosial kita, mereka ada di sekitar kita, maupun terkadang mereka hidup tersisih/mengasingkan diri dari kehidupan normal sosial, mereka bisa saja keluarga kita, ataupun sahabat kita. Empati, karena kitapun berkemungkinan mengalami hal yang sama, sehingga dengan bersifat empati kita akan belajar menghargai diri kita sendiri dengan bersifat seolah kita berada dalam kondisi kaum difabel tersebut. Indonesia yang lebih adil dan mandiripun dapat tercapai dengan mengaplikasikan kedua sifat tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih adil

Kata adil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sama berat, tidak berat sebelah atau tidak memihak. Dalam dasar negara kita, Pancasila, berisi 2 kata adil yaitu sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) dan sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Bisa kita ambil suatu kenyataan, bahwa para founding father kita mendirikan negara ini dengan mengedepankan rasa keadilan bagi semua elemen anak bangsa tanpa terkecuali. Disamping itu, sebagai negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bersikap adil terhadap sesama adalah tindakan yang sangat mulia dan terpuji, semua agama pada hakikatnya mengajarkan demikian.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk bersifat adil kepada kaum difabel. Beberapa hal yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup kaum difabel adalah seperti program The Vision 2020: The Right to Sight yang diresmikan oleh direktur umum WHO pada tanggal 18 Februari 1999 yang intinya berisi program pengembangan sumber daya manusia dan infrastuktur yang memadai bagi kaum tunanetra di berbagai belahan dunia, atau dalam tingkatan nasional seperti Undang-undang Nomor 14 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja yang berisi bahwa setiap perusahaan yang memiliki karyawan 100 orang wajib mempekerjakan 1 orang cacat. Lalu, apakah yang masih bisa kita lakukan untuk kaum difabel? Salah satunya adalah merancang pembangunan fisik ataupun non-fisik negara yang lebih mendukung terhadap peningkatan kualitas hidup kaum difabel. Sebagai contoh, di bidang pendidikan, kita harus mulai memikirkan suatu sistem pendidikan yang lebih membuka lebar kesempatan kaum difabel untuk berkarya lebih daripada masa sekarang. Sekolah-sekolah luar biasa, panti-panti rehabilitasi ataupun pendidikan tinggi harus lebih membuka peluang siswanya untuk lebih berkembang dari mainstream pekerjaan kaum difabel yang sekadar tukang pijit, pembuat sapu, keset, dan pekerjaan sejenisnya. Banyak bidang lain yang lebih berpotensi untuk dikerjakan dan dikembangkan yang sudah terbukti bahwa kaum difabel mampu mengerjakannya, seperti menjadi cendekiawan, dosen, ilmuwan, operator call-center dan pekerjaan-pekerjaan orang biasa lainnya. Pemerintah juga dapat memberi stimulasi atau dukungan seperti pemberian beasiswa khusus kaum difabel atau pemberian modal usaha yang selama ini biasanya dikerjakan oleh LSM-LSM atau badan-badan amal. Yang diperlukan adalah peningkatan kesadaran sosial dan kemauan untuk bersifat adil bahwa kaum difabel perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan seperti orang pada umumnya.
Sedangkan di bidang pembangunan fisik seperti pembangunan sarana dan prasarana umum, kita harus meningkatkan kesadaran sosial kita untuk lebih peduli hak semua pengguna sarana dan prasarana umum termasuk kaum difabel. Tidak perlu selalu harus membuat yang mahal-mahal atau rumit. Sebagai contoh, dengan hanya melengkapi tangga-tangga di berbagai gedung/bangunan dengan bagian jalan yang melandai, itu sangat berguna mobilitas pengguna kursi roda. Pembangunan toilet dengan grip-grip dan tempat duduk agar kaum difabel yang lemah bisa memakai toilet tanpa harus dipegangi juga tidak menguras biaya yang besar. Pemerintah juga seyogyanya mulai lebih proaktif menfasilitasi pemberian alat-alat bantu seperti tongkat, kursi roda, alat bantu dengar, buku-buku berhuruf braille, tangan/kaki palsu dan alat sejenisnya, seperti yang sudah dilakukan negara-negara maju.

Lebih mandiri

Pada umumnya, memang kaum difabel secara langsung dan tidak langsung, sangat bergantung kepada bantuan orang biasa. Tapi ketergantungan itu dapat kita kurangi seperti memperhatikan kembali hak-hak mereka dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan dan keadilan sosial seperti yang penulis kemukakan sebelumnya. Sebagai suatu contoh kecil, suatu perusahaan provider bisa mulai membuka peluang untuk kaum tunanetra mengisi posisi sebagai penjawab telepon/operator telepon. Hal demikian sudah dilakukan oleh berbagai perusahaan seperti PT Indosiar Visual Mandiri, Bank Muamalat, dan beberapa perusahaan lain. Dengan semakin luasnya peluang dan kesempatan kerja di bidang formal bagi kaum difabel maka kualitas hidupnya akan meningkat dibanding pekerjaan-pekerjaan informal yang sudah menjadi image mereka di mata masyarakat seperti menjadi gelandang, pengemis atau mungkin tukang pijat. Contoh lain adalah pemberian alat bantu yang kaum difabel butuhkan. Seperti pepatah terkenal yang mengatakan jangan memberi ikan tetapi pancing, dengan memberi alat bantu yang mereka butuhkan secara otomatis kemandirian mereka akan meningkat.
Indonesia untuk semua

Dengan kesadaran bahwa kita adalah suatu suatu bangsa yang bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, mari kita berikan bukti kepedulian kita kepada saudara kaum difabel kita dalam berbagai bentuk, baik itu materi ataupun moral. Diskriminasi, bersifat masa bodoh ataupun merasa lebih superior dari mereka bukanlah tindakan tepat untuk suatu bangsa yang ingin berubah menuju arah yang lebih baik. Indonesia itu milikku, milikmu dan pastinya milik mereka juga.

Terkejut, itu perasaan yang penulis rasakan saat mewawancarai seorang kaum tunanetra di salah satu panti sosial di Bandung beberapa saat lalu untuk keperluan penelitian. Saat diwawancarai, sedikitpun dia tidak pernah mengeluh tentang kondisi hidupnya, maupun ceritanya menurut penulis sebenarnya cukup memprihatinkan, bahkan beberapa kali mengucap syukur kepada Sang Khalik. Dia semasa mudanya bercita-cita menjadi ilmuwan, tidak bisa mengapai cita-citanya, karena di kota asalnya, Palembang, tidak tersedia pendidikan SMA IPA untuk orang seperti dia. Tidak menutup kemungkinan apabila dia bisa menuntut ilmu sesuai cita-citanya, dia mungkin bisa menjadi Leonhard Euler, seorang matematikawan jenius yang sebagian besar hidupnya menjadi tunanetra atau menjadi seorang dosen atau mungkin setidaknya menjadi seorang guru di sebuah Sekolah Dasar.

Sudut pandang esai : Budaya

Oleh : Goklas Michael Hernandes Tampubolon mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Daftar bacaan/referensi:
Achmad Rouzni Noor II. 2005. Mitra Netra: TI Perluas Peluang Tuna Netra. http://jkt.detikinet.com/read/2005/08/03/124151/415139/398/mitra-netra-ti-perluas-peluang-tuna-netra [19 Mei 2009].
Anonimus. 2001. Diversifikasi Peluang Kerja Bagi Tenaga Kerja Tunanetra.

http://www.mitranetra.or.id/arsip/index.asp?kat=Naker&id=06110101

[13 juni 2009]
Anonimus. 2004. Magnitude and causes of visual impairment. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs282/en/index.html
[11 Januari 2009].
Cakfu. 2008. Difabel. http://cakfu.info/?p=65.
[1 September 2009]
Dodds, A. 1993. Rehabilitating Blind and Visually Impaired People: A psychological approach. Chapman& Hall. London.
Gumilar, Teija. 2007. Persoalan Kaum Manula dan Difabel. http://teija.multiply.com/journal/item/17/PERSOALAN_KAUM_MANULA_DAN_DIFABEL
[1 September 2009]
Pedersen, P. B., J. G. Draguns, Lonner W. J., dan J. E. Trimble. 1981. Counseling across Cultures. The University Press of Hawaii. Hawaii.
Tarsidi, Didi. 2008. Strategi Coping untuk Beradaptasi dengan Ketunanetraan. http://d-tarsidi.blogspot.com/search/label/Konseling%20Rehabilitasi%20Tunanetra
[1 September 2009]

World Health Organization (WHO). 2000. REGIONAL STRATEGY ON VISION 2020: THE RIGHT TO SIGHT. WHO. Geneva.
World Health Organization (WHO). 2006. WHO Monitoring Committee for the Elimination of Avoidable Blindness. WHO. Geneva.

Biru

Adalah seorang pengelana, tak bertuan dan tak berharta dia berjalan di rerumputan.tak berpeta tak berkompas dia,yang dia lihat hanya sebuah titik hitam ditengah distorsi sebuah titik putih.dia tidak tahu manakah jalan yg benar,tetapi tidak tersedia titik abu-abu.akhirnya dia memilih,titik hitamlah yang dia pilih.

“kau pikir hitam itu sesat,sesat,hina,nista?”
“kau pikir putih itu penerang,penerang?”

Berjalanlah dia menuju titik hitam itu.hancurlah badannya dimakan malaikat-malaikat berjubah putih yang memang menunggu seseorang yang lewat disana. Matilah pengembara itu dengan pertanyaan apabila dia berjalan di putih apakah dia bertemu dengan setan?

Aku hanya ingin pergi
Ketika aku tak berhutang
Ketika aku tak berdendam
Ketika aku tak bersedih
Ketika aku tak lagi benci dan cinta padaNya

Aku hanya ingin pergi
Ketika aku menyadari
Bahwa pergilah kewajiban dan hak
Yang tak bisa dipilih
Apalagi dikomentari

Holiday in cambodia,kenapa bukan holiday in bali (sebuah terkaan lirik)

holiday in cambodia, kenapa bukan holiday in Bali (sebuah terkaan lirik)

saya mengenal lagu dead kennedys ini sejak tingkat satu di UGM, dari sebuah game guitar hero yang sangat saya gilai saat itu.

dari judulnya saja sudah bikin saya penasaran, kok holiday dihubungkan sama Cambodia (yang saat lagu ini dibuat, yaitu tahun 80′an sedang terjadi perang saudara), ditambah dengan musik yang luar biasa berontak, ini benar-benar lagu kelas wahid

setelah membaca berulang-ulang lagunya dan mendengarkannya puluhan kali, saya mendapat esensi sendiri lagu ini dengan pengertian batin saya sendiri

yang saya dapat

” manusia itu benar-benar kutukan terbesar dunia, sama seperti agama menjadi kutukan manusia”

pol pot, pol pot, pol pot, pol pot, pol pot…..

Jualan togel dan kontroversinya

Jualan togel itu ibaratnya hanya mengadu angin keberuntungan dengan mengandalkan tipu muslihat,sedikit making image,sehingga para nasabah merasa togel yg kita jual itu mempunyai add value dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Apa jadinya jika togel yang kita bangun dengan skema ilmiah dan rapih tersistematis dibuang oleh bandar yang lebih besar.kertas-kertas yg harusnya menangguk untung dibuang,dibakar bahkan diganti isinya.darimana lagi kita bisa mengisi perut kita ini kalau bukan dari togel itu?

Kemudian bandar yg dizolimi itu pun berada dalam penjara,diusir,ditendang dari daerah operasinya karena dia dianggap tidak dapat bersaing dengan bandar lain. Sompretlah berarti si GODFATHER pelindung semua operasi perjudian.jika dia benar2 ada,sudah kubunuh dia

Dan bandar pun duduk di sudut teralis besi buatan pemuja batu dan awan sambil tertunduk dan berkata

“jika aku yang diam,maka buku ini yang berbicara.jika aku menutup pikiranku,maka filsuf-filsuf sejati itu akan menangis dan basah kuburannya.jika aku mengikut kalian,maka sia2 lah pertapa 1000 hariku”

ms. loner (inspirasi dari mrs.robinson)

kami ingin tau sedikit tentang kesedihanmu
kami ingin menolongmu hingga kau bisa meolong dirimu sendiri
lihat sekitarmu, penuh dengan tatapan simpat
terus melihatmu sampai kau pulang ke rumah

ini untukmu, nona penyendiri
Tuhan mencintaimu dari yang kau tau
semoga tuhan memberkahi mu nona penyendiri
Dia mendengar orang yang berdoa padanya

kau bersembunyi dimana orang tak bisa melihatmu, nona
disana kau minum tehmu dan kuemu
kau simpan juga disana rahasiamu
apalagi kepada mereka…

duduk di sofamu
kau tertawa kau berteriak
setiap kau melihatnya, kau selalu kalah

Tuhan memberkahimu, nona penyendiri

A Request for my beloved Lyla

Kemana c Lyla belakangan ini?selama ini dia selalu ada kadang2 untuk menemaniku.kali ini dia cuma membalasku dan berkata “let it be goklas,let it be ya . . .”

Lyla,kumohon datang secepatnya, dmana kamu kucari lagi? Apakah di musik beatles, buku filsafat? Di mata pengemis itu? Ato mungkin di seorang wanita penghibur yang mau pulang setelah mendengar adzan subuh?

Belakangan ini, setelah Lyla pergi, semangat menulis dan berpikir menghilang, ditambah lagi masalah (besar) yang akan datang besok.

Kamu sebenarnya makhluk terindah di dunia, bahkan bidadaripun akan iri melihat kecantikanmu. Tapi, kadang memang aku agak membencimu, kadang ingin kuiris,ku gantung dirimu, dan keluarlah darah dari pergelangan tanganku

Lyla,aku tidak bisa tidur belakangan ini,aku merasa bersalah pada semua orang.baik yang kukenal atopun tidak kukenal.aku merasa zolim, kecuali pada Tuhan. Karena apabila aku laknat, dia itu bandit bajingan!
Napa Lyla?kalo kau baca ini pasti kau mulai memakiku lagi sambil berserapah ya? Hahaha. Sekeras apapun kau mencaciku,kau, di dalam hatimu pasti berpikir, apa yang aku pikirkan ini benar kan?

Lyla, aku benci padamu, kadang di pagi hari kau bangunkan aku sambil membawa senyuman matahari. Tapi di malam hari, kau bekap kepalamu dengan bantal agar tak kulihat airmata dan ingus hasil penderitaan itu!

Lyla,datanglah secepatnya. Balas smsku ato setidaknya angkat teleponku. Aku lagi punya masalah besar. Bukan,bukan masalah yang kemarin. Ini baru dan lebih rumit. Kepalaku gak sanggup menyelesaikannya kalo g ada kmu. Setidaknya dengan secangkir kopi kita bisa mengobrolkannya

Lyla,kalau kamu tidak menghubungi beberapa hari ini.jangan salahkan aku,kalau aku berakhir. Aku berakhir,kau pun berakhir. Tapi tidak juga? Aku berakhir, kau belum berakhir. Kau akan mencari lagi jiwa-jiwa tersesat itu kan?

Lyla, i love you. . .

panduan dasar menulis esai

Panduan Dasar Menulis Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini
panduan dasar dalam menulis sebuah esai.

Struktur Sebuah Esai

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1. Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus
dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca
diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.

2. Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat
pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-
masing sub topik.

3. Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah
dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca

Langkah-langkah membuat Esai

1. Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap
untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika
hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis
khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai
contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik
ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik
yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

2. Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda
percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu?
Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

3. Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang
anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling
anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang
menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di
kepala.

4. Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus
dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

5. Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir.

1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:

* Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
* Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
* Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut

4. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi
yang mendukung ide utama

6. Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin
penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

* Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
* Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang
panjang untuk memberantasnya, dst.

7. Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan
memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada
outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

* Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di
Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang
lama”
* Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
* Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan
atau diskusi
* Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
* Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

8. Menulis Paragraf Pertama

* Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
* Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda,
namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
* Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam
membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya
dengan tepat dan hati-hati.
* Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
* Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
* Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.

9. Menuliskan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas)
yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai anda.

10. Memberikah Sentuhan Akhir

* Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di
tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan
pada urutan yang anda buat.
* Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
* Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
* Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
* Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase
untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
* Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.

Sumber: Guide to Writing a Basic Essay, Index of Literary Terms

across a long and winding road near strawberry fields forever…

sudah lama awak tidak menulis note, karena awak agak sedikit sibuk dan sedikit beristirahat beberapa saat ini dari literatur filsafat, joomla( big fans!!!!).

akhirnya awak berhasil mendapat sedikit remah-remah impian awak selama berkuliah atau tepatnya selama menjadi mahasiswa, awak berhasil menjadi juara II salah satu lomba nasional yang cukup bergengsi yaitu Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia LIPI 8 (maupun yang kali ini gak ditayangkan live di televisi seperti PPRI yang lalu, tapi masuk liputan6 dan kompas.com menurutku benar-benar seperti mimpi menjadi kenyataan)

datang sebagai amatiran tingkat I ke sebuah hotel berbintang di depok, awak berhadapan dengan 4 orang kontender yang benar-benar jauh lebih kompeten dari awak. (btw awak menjadi finalis di bidang sosial dan kemanusiaan) padahal awak aslinya adalah seorang anak IPA (maupun awak yakin model berpikiran awak sangat IPS). kontender-kontender awak rata-rata sudah tingkat 4 dan memiliki prestasti yang luar biasa, bukan amatiran (sekali lagi) seperti awak. akhirnya awak, dengan semangat tidak mau kalah, di depok latian presentasi untuk sidang dengan juri keesokan harinya hingga subuh hari. hampir terjadi kecelakaan besar, dimana awak hampir pingsan karena awak tidak enak badan waktu presentasinya, dengan memakan bulet-bulet ratusan gram gula pasir akhirnya awak bertahap hidup dan mampu menghadapi sidang yang berisi 3 orang jagoan-jagoan sosial dan kemanusiaan kelas nasional (direktur litbang kompas, pengamat otonomi LIPI, dan pengamat politik).

awak sekarang menulis dengan kamar awak berisi 3 sertifikat kemenangan dari berbagai lomba, dan 1 trofi berwarna perak bergambar kantor LIPI di gatot subroto

total hadiah yang didapat awak beserta tim awak sampai 34 juta. tapi akankah awak puas dengan ini semua dan berhenti melanjutkan mimpi terbesar awak yaitu memenangi lomba internasional. mungkin iya, mungkin tidak. yang pasti awak sangat puas dengan tingkatan karir awak sekarang. semester ini, 2 perlombaan mungkin akan awak ikuti… mungkin. yaitu Esai tempo insitute, dan PKM. semoga keduanya memberi hikmah yang mendalam bagi awak

lyla

==== Lyla ====

murtad adalah baik
pengkhianatan adalah kado
perzinahan adalah suci
persundalan lagi, lebih mulia…
perkabungan adalah hiburan
kuburan adalah taman bermain
tangisan adalah nyanyian

Tapi apa itu kesunyian . . .
Kesunyian itu hampa.
Jauh lebih buruk dari membunuh dirimu sendiri
Lyla . . .

Tapi,
bunuh diri adalah mimpimu kan…

jadi, matilah…
dan bangkit lagi…
lalu tunggu kematian menyapamu lagi…
sahabat jiwaku, Lyla

best song ever

BOOGIE WONDERLAND earth, Wind and Fire

Dance boogie wonderland
dance boogie wonderland
Midnight creeps so slowly into hearts,
of men who need more than they get
daylight deals a bad hand,
to a woman that has laid to many bets
The mirror stares you in the face and says
“baby, uh uh it don’t work”
you say your prayers through you don’t care
you dance and shake the hurt
dance boogie wonderland
dance boogie wonderland

Sound fly through the night
I chase my vinyl drams to boogie wonderland
I find romance when I start to dance in boogie wonderland
I find romance when I start to dance in boogie wonderland

All the love in the world can’t be gone
all the need to be loved can’t be wrong
All the records are playing
and my heart keeps saying
“boogie wonderland, wonderland”
dance boogie wonderland
dance boogie wonderland

All the love in the world can’t be gone
all the need to be loved can’t be wrong
All the records are playing
and my heart keeps saying
“boogie wonderland, wonderland”
dance boogie wonderland
dance boogie wonderland

waw. lagu ini ajaib menurut saya. saya sudah mengenal lagu ini selama 2 tahun. 365×2 hari. dan saya yakin saya 1 minggu minimal mendengar lagu ini sebanyak 10 kali (minimal loh). jadi sudah sekitar 1.460 kali saya dengar lagu ini. dengan durasi lagu sepanjang 4:48 detik. berarti saya sudah mendengar lagu ini sepanjang 420.480…. wew kk, baru kali ini saya hitung dan terkejut sendiri sekarang….

jadi apa sih yang bikin lagu ini menarik. Pertama, lagu ini benar-benar bertempo cepat dan berisi lirik yang membagkitkan semangat. sudah berkali-kali ketika saya sedang dalam keadaan terpuruk dan sedang tidak enak hati, begitu mendengar lagu ini, mood saya langsung berubah. it works a lot!!!!

kedua, lagu ini lagu yang berirama disco 70′an, biasanya kalo yang uda disco Boogie gini (boogie itu adalah sejenis hentakan dalam tarian disco 70′an dulu) pasti lagunya asyik-asyik. itu menurut saya. tapi ya tergantung bandnya seh….

ketiga, earth wind and fire memang sebuah legenda musik dunia. mereka uda masuk rock and roll hall of fame tahun 2000. yang masuk hall of fame ini cuma legenda-legenda musik aja,kayak aerosmith, beatles, bee gees….

buat yang penasaran ini ada videonya di you tube

Keep boogieing….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.